Bangunan Aset yang Dijual Harus Diganti


Terutama Untuk Gedung Poskesdes

Meskipun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo dalam hal ini Pansus Aset sudah menyetujui penjualan aset gedung SDN 2 Telaga, gedung TK dan gedung poskesdes, namun DPRD melalui pansus aset berharap nanti akan membangun gedung yang akan dijual harus ada gantinya.

Ketua Pansus Aset Sahmid Hemu mengatakan, setelah kita melakukan pembahasan dan juga turun lapangan, untuk gedung pengganti poskesdes sampai dengan saat ini belum juga terlihat, jangan sampai nanti kejadiannya sama seperti kantor Camat Telaga yang sampai dengan saat ini belum juga terlaksana. “Bangunan Poskesdes yang akan dijual sebaiknya dibangun lagi yang baru, sebagai pertimbangan kami, karena fungsi pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Bulila dapat memanfaatkan Puskesmas Telaga yang sudah ada, maka pembangunan Poskesdes yang baru itu diganti dengan bangunan Fasilitas Kesehatan Ibu dan Anak yang didalamnya juga dapat dilakukan pelayanan Persalinan,” jelas Sahmid. Aleg Tiga periode ini lanjut mengatakan, sementara untuk memang gedung sekolah SDN 2 Telaga sudah ada penggantinya, hanya saja memang perlu dilengkapi lagi fasilitasnya, selain itu, gedung SDN 2 Telaga ini memiliki nilai Histori dalam dunia Kependidikan, dimana gedung tersebut pernah dibangun Sekolah Putri di Gorontalo. “Maka kami menyarankan agar tidak hilang nilai sejarahnya,Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo membuat dokumen sejarah tentang Sekolah Putri tersebut,” harap Sahmid. Politisi PDIP ini menambahkan, pemerintah juga perlu membangun tugu sebagai tanda bahwa di Lokasi tersebut pernah dibangun Sekolah Putri, jadi penulisan sejarah Sekolah ini harus dianggarkan dalam APBD Kabupaten Gorontalo “SDN 2 Telaga yang sekarang yang berada di lokasi baru harus ditingkatkan fisik dan kualitasnya sebagaimana sebelumnya sekolah ini sebagai salah satu Sekolah unggulan di Kabupaten Gorontalo, masih ada kekurangan yang belum dibangun, yaitu Ruang dan fasilitas Komputer, Aula, Pagar.

Selain itu juga ada hal penting yang perlu dilakukan adalah memperlebar akses jalan menuju sekolah, saat ini jalannya masih sempit,” jelas Sahmid. Ia juga menambahkan, untuk gedung TK dan Fasilitasnya segera dibangun. Memang kegiatan pembangunan Gedung TK tersebut telah dianggarkan dalam APBD Induk 2020 tetapi mengalami rasionalisasi akibat pandemic Covid19. “Oleh karenanya harus dianggarkan kembali dan untuk Calon Investor/pembeli disyaratkan untuk membangun lokasi tersebut sesuai dengan pertimbangan dijualnya Tanah dan bangunan dimaksud yaitu dibuatkan sebagai pusat jasa dan perdagangan,” harap Sahmid.

Bagikan ke Jejaring Sosial