Selasa, 19 Mei 2020 11:07:44

Sanksi PSBB di Gorontalo Kurang Maksimal

 

Butuh Kesadaran Bersama

Secara tegas Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Sahmid Hemu, SE,MM, menilai penerapatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19 di daerah. “Saat ini pasien yang positif terus bertambah, belum lagi 7 orang jamaah dari Bangladesh yang di rapid tes dan hasilnya reaktif ditambah dengan 23 orang pedagang reaktif rapid tes,”kata Sahmid

 Pandangan mantan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo periode tahun 2015-2019 ini, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kebijakan PSBB belum memberikan dampak yang signifikan pada penanganan virus yang mematikan itu di Gorontalo. “Pertama, penerapan PSBB disetiap kecamatan berbeda-beda,”terang Sahmid. Lanjut dikatakan Sahmid kedua, kebijakan kepala daerah dalam menjalankan PSBB berbeda-beda, akibatnya koordinasi antar kecamatan satu dengan kecamatan atau wilayah lainnya belum optimal. “Sebagai contoh masih banyak yang melanggar saat berkendara, melanggar pembatasan jam malam. Pasar pun demikian ada yang masih buka dan ada yang tidak, hal ini menggambarkan PSBB tidak maksimal,”tegas Sahmid.

Politisi dari PDIP itu menyebut, bukan hal yang tidak mungkin para pedagang rentan terpapar covid-19. Sebab aktivitas sosial mereka melebihi masyarak pada umumnya. Terlebih aktivitas menjelang lebaran seperti ini. “Pedagang memang sangat rentan terpapar, seakan-akan terkesan pemberlakuan PSBB tidak ada. Pedagang dan pengunjung pasar terlihat cuek dan ini terbukti dengan 21 orang yang ada di pasar limboto reaktif rapid test. Meski hasilnya belum 100 persen positif corona,”tutur Sahmid

Aleg tiga periode ini menambahkan, sekarang kita bukan mencari apakah pedagang atau pemerintah yang salah,tapi paling tidak jika ada ketegasan dari pemerintah maka pasti akan lahir kesadaran seluruh masyarakat. Ia berharap, sanksi PSBB dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah serta rapid test bagi pedagang terus dilakukan. “Harus ada sanksi tegas biar ada efek jera. Dan untuk rapid test jangan hanya di limboto kalau bisa seluruh pedagang yang ada di pasar-pasar seluruh kabupaten gorontalo untuk di rafid test,”harap Aleg dari dapil Tibawa cs ini.    

COMMENTS