Senin, 1 Juli 2019 19:10:02

Polemik Kasus Anak Terus Menjadi Perhatian

Peran Semua Stakholder Dibutuhkan

                Dalam sebulan terakhir ini, banyak kejadian yang melibatkan sejumlah anak menjadi korban. Hal ini menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo, terlebih khusus Komisi I. Hal ini terlihat dalam pembahasan dialog interaktif Kopi Dumodupo dengan tema menyapa rakyat dengan program yang di selenggarakan oleh Humas Protokoler Set. DPRD kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan Radio Poliyama 104,2 FM.

                Ketua Komisi I Jayusdi Rivai mengatakan, memang persoalan perlindungan ibu dan anak sangat kompleks dan butuh keterlibatan sejumlah stakeholder, apalagi ada 2 (dua) kasus sebulan kemarin yang memang korbannya anak-anak. Dari sejumlah persoalan yang ada, kita menganggap mereka ini adalah korban dan memang dari beberapa kejadian, kita tak mengangkat jika persoalan yang melibatkan anak ini secara massif, karena memang kita melihat yang dilakukan oleh mereka hanyalah persoalan kecil dibandingkan dengan daerah yang diluar Gorontalo yang banyak kejadian seperti ini dan semoga kejadian-kejadian seperti ini tak akan terulang kembali, karena keterbukaan media sosial ini juga luar biasa. “Misalnya saja seorang anak disekolah belajar selama 6 jam dan selebihnya beraktivitas dengan media sosial dan lainnya, sehingga konten yang berbau negative dan tak dapat diakses, bisa juga menjadi pemicu atas kejadian yang terjadi dikalangan anak-anak kita,” ungkap Jayusdi.

                Lanjut dikatakan Aleg termuda ini, selama ini sejumlah instansi terkait, baik itu para guru di sekolah, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta BNNK sudah berupaya semaksimal mungkin, tinggal bagaimana kita mengontrol anak-anak kita baik berada di rumah dan diluar rumah. “Saya rasa peran dari semuanya terutama dari orang tua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak, apalagi perkembangan anak di saat ini tak sama dengan perkembangan anak pada jaman dulu, sehingga butuh keseriusan bersama dalam menjaga anak kita, agar terhindar dan tidak terperosok pada hal-hal yang negative serta peran dari OPD terkait untuk terus memberikan sosialisasi dan pembinaan baik di sekolah dan di tempat lainnya,” pungkas Politisi PPP dari dapil Limboto cs in.

                Sementara itu Plt Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hen Restu mengatakan, sejauh ini mereka sudah berupaya semaksimal mungkin, bahkan sudah menyediakan psikolog untuk mencarikan solusi atas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, bahkan sejumlah anak yang menjadi korban ini pun sudah dilakukan beragam macam upaya, mulai dari sosialisasi sampai pada bimbingan konseling yang melibatkan psikolog. “Namun semua berpulang pada semua stakeholder terkait, utamanya orang tua agar bisa bersama-sama mengontrol tingah dan perilaku anak baik didalam rumah, diluar rumah dan juga di lingkungan sekolah, sehingganya semua pihak harus mengambil perannya masing-masing dan bertanggung jawab penuh atas hal tersebut,”tandas Hen Restu. (f3)   

COMMENTS