Senin, 8 Juli 2019 19:23:31

Persoalan Warga Desa Molowahu Berakhir Dengan Damai

Temukan Solusi, Tak Merugikan Kedua Belah Pihak

                Aspirasi dari masyarakat Desa Molowahu Kecamatan Tibawa, yang menolak Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS) akhir pekan kemarin. Langsung ditindak lanjuti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo dalam hal ini Komisi I dengan mengagendakan pertemuan dan mengundang semua pihak terkait, di ruang sidang utama DPRD kabupaten Gorontalo. Senin(8/7).

                Ketua Komisi I Jayusdi Rivai mengatakan, awalnya aspirasi masyarakat adalah, adanya  lahan yang digarap oleh warga di PT Ayula Desa Kecamatan Tibawa. Terinformasi akan dialihkan dan dikelola oleh PT Quantum Global Gorontalo. Dan dari pertemuan tersebut terungkap bahwa, yang pertama terkait dengan persoalan pengukuran lahan. Bukan untuk pengalihan status lahan, tetapi untuk pembuatan tanggul akibat tanggul tersebut sering jebol. “Sehingga kekhawatiran warga akan kehilangan lahan sebagai mata pencaharian mereka terjawab sudah dan masyarakat pengelola lahan tidak perlu lagi khawatir akan kehilangan pekerjan,” jelas Jayusdi. Aleg PPP dari dapil Limboto Cs ini lanjut mengatakan, ada harapan masyarakat agar pemilik HGU punya perhatian pada warga penggarap dan Alhamdulillah dalam pertemuan  ini sudah di respon oleh pihak HGU.”Kontrak kerjanya antara pemilik HGU dan penggarap akan dibuat kembali dan akan difasilitasi dari Dinas Perumahan dan Pemukiman di seksi sengketa lahan, mereka  yang akan membuat kontraknya yang bersifat tidak merugikan kedua belah pihak,”tandas Jayusdi. Ia juga berharap dengan adanya solusi ini semua aspirasi dari masyarakat penggarap lahan HGUini sudah selesai dengan harapan dan solusi yang diberikan pun tidak merugikan kedua belah pihak. 

COMMENTS