Selasa, 9 Juli 2019 20:35:24

Perencanaan Proyek IPAL 2017 Dipertanyakan

Komisi III Tinjau Langsung, Bakal Undang Pihak Terkait

   Persoalan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan di tahun 2017 dalam program kotaku dipertanyakan oleh anggota DPRD Kabupaten Gorontalo. Dalam hal ini Komisi III yang turun langsung meninjau IPAL tersebut.

  Dari peninjauan langsung oleh Komisi III bersama warga terungkap. Jika sebelum membangun IPAL ini ternyata warga sekitar tidak dilibatkan dalam perencanaanya. “Selama ini kita tak pernah diundang rapat, nanti menentukan lokasi di lahan pekarangan rumah saya, barulah mereka datang di rumah saya dan berharap pembangunan IPAL ini berada dihalaman rumah saya,” jelas Yulce. Lanjut di katakan Yulce selama 30 tahun dirinya tinggal dirumah tersebut tidak pernah terkena banjir, namun dengan adanya pembangunan IPAL ini, hujan sehari saja air masuk sampai di dapur dan bukan itu saja, bau busuk yang menyengat sudah kami rasakan dalam dua tahun terakhir ini. “Sudah dua tahun ini kami bersabar dengan keadaan ini, semua sudah kami datangi untuk mengadukan hal ini akan tetapi tidak ada tindaklanjutnya, padahal lokasi ini berada dipusat kota dan berdekatan dengan kantor pemerintahan tetapi tidak ada realisasi atau tanggapan serta solusi atas masalah ini,” keluh Yulce, sama seperti Yulce, Dahlan Usman selaku Perwakilan masyarakat juga menyayangkan kondisi ini, karena sudah berkali-kali masyarakat melaporkan atas persoalan ini akan tetapi tak ada respon dan akibat perencanaan yang salah berakibat fatal pada masyarakat sekitar dan semakin terlihat kumuh dan bau. “Dimana-mana air itu mengalir dari atas ke bawah, bukan dari bawah ke atas seperti kondisi IPAL di lingkungan ini,” tandan Dahlan. Sementara itu ketua Komisi III Ali Dj. Polapa memang sangat menyayangan atas kejadian ini dan akan segera mengagendakan pembahasan atas masalah ini secepatnya. “Sudah dua tahun masyarakat bersabar dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, apalagi kondisi saluran yang kita lihat airnya saja tak berjalan yang bisa saja mengakibatkan sumber penyakit  terhadap masyarkat sekitar,” jelas Ali, Politisi PDIP ini berjanji  akan mengagendakan pertemuan dengan melibatkan semua unsur terkait dalam hal tersebut. Sementara itu Aleg dari dapil Limboto-Limboto Barat Iskandar Mangopa menambahkan, jika diibaratkan denga peribahasa, gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak, begitulah kondisi masyarakat yang sudah dua tahun mengeluh atas pembangunan IPAL tersebut. “Kejadian ini ada di pusat kota Limboto, terlebih di belakang kantor Dinas Kesehatan yang notabene membahas soal kesehatan termasuk kesehatan lingkungan, maka bisa jadi untuk pencegahan masyarakat agar selalu sehat oleh Dinas Kesehatan tidak berfungsi dengan baik,nyata keluhan warga yang tepat di belakang Kantor Dinas Kesehatan saja tidak pernah di respon, bahkan terkesan tak ada upaya dari dinasyang paling dekat dan berkompoten untuk menjadikan lingkungan di seputaran IPAL ini bersih dan terhindar dari penyakit,”pungkasnya.        

COMMENTS